*_* AMAR MA'RRUF *_* >>>> Selamat Hari Raya Idul Fitri 1432 H, Mohon Maaf Lahir Batin........................>>>> Melanjutkan S 1 ke Universitas Teknologi Delft (BELANDA) pada jurusan Civil Engineering... AMIN!!! >>>> Pulang ke Indonesia membangun bangsa... >>>> Bergabung bersama para enginer dan tenaga ahli dalam penyelesaian SUNDA STRAIT BRIDGE... >>>> DREAMS COMES TRUE... I WILL...

Kamis, 25 Agustus 2011

Hidup Baru Mimpi Baru


Hari berganti, usiaku pun makin menua. Ada banyak kegagalan yang aku dapati, namun tidak sedikit pula keberhasilan yang ku rayakan. Hidup bagiku bagaikan sebuah siklus keberhasilan dan kegagalan yang tiada henti. Setidaknya sampai hari ini, dari sekian kegagalan yang aku temui, belum pernah aku rasakan yang namanya putus asa... ya, putus asa tidak ada dalam kamus ku...


2011 tahun bertaruh cita

Tahun 2011 adalah tahun yang paling berat sekaligus tahun yang penuh pengharapan. Kenapa demikian? Kita bahas tahun 2011 dari aspek pertama yaitu tahun yang paling berat. Sejak usia 5 tahun tepatnya saat aku berada pada tingkatan hidup Taman Kanak-kanak, aku selalu “dicekoki” oleh kedua orang tuaku mengenai kehidupan yang layak dimasa depan. Maksudnya adalah bagaimana aku menentukan profesi yang layak untukku dimasa yang akan datang. Sampai pada suatu saat, aku katakan kepada Ayahku bahwa aku menginginkan profesi sebagai seorang dokter mata. Kenapa aku ingin menjadi dokter??? Pada saat itu ayahku menderita penyakit katarak, dan biaya yang harus dikeluarkan untuk mengobati penyakit tersebut lumayan besar. Atas dasar itu aku ingin suatu saat bisa membantu orang lain mengobati penyakit mata dengan biaya yang murah.

Waktu berlalu begitu saja. Bertahun kemudian ketika aku ditanya cita-cita dan harapan masa depan, aku selalu menjawab aku ingin jadi dokter.

Tahun 2009 aku terpilih menjadi siswa yang mengikuti Lomba Mapel Astronomi mewakili Kab. Cilacap untuk bertarung di tingkat Prov. Jawa tengah. Sebelum berangkat mengikuti lomba, para peserta diwajibkan untuk memeriksakan kesehatannya. Semua aspek kesehatan diperiksa oleh dokter yang berjaga, mulai dari tekanan darah sampai tes mata. Hal yang mengubah segalanya akhirnya terjadi, aku divonis menderita buta warna parsial... perasaanku pada saat itu campur aduk tidak karuan. Secara refleks aku bertanya pada dokter yang memeriksaku pada saat itu, “Dok, penderita buta warna bisa disembuhkan??? Terus dia bisa jadi Dokter juga ga???”... dokter yang memeriksaku terdiam sejenak... “Kalo bisa disembuhkan atau tidak... tentu saja tidak. Lagi pula ini bukan penyakit... ibaratnya jenis kelamin.... bukankah tidak bisa dirubah??? Lalu masalah bisa jadi doter atau tidak, tentu saja BISA... teman saya dulu di UNS ada yang buta warna”... ah senangnya mendengar aku masih ‘berkesempatan’ menjadi seorang dokter.

Waktu akhirnya bergulir diawal tahun 2011, ketika itu aku berada di kelas 12 SMA. Saatnya menunjukan kepada dunia bahwa cita-cita ku bisa jadi kenyataan. Aku coba browsing dan bertanya-tanya kepada orang yang bersangkutan mengenai cita-citaku menjadi dokter dengan kendala buta warna. Sampai pada suatu hari aku membuka www.snmptn.ac.id untuk melihat persyaratan-persyaratan yang dibutuhkan menjadi seorang dokter. Hal yang aku takutkan akhirnya benar-benar terjadi... menjadi dokter tidak boleh mengalami buta warna... tapi tidak tahu mengapa, jurusan kedokteran di UNCEN memperbolehka siswanya buta warna. (sebenarnya setelah aku tahu bahwa di kedokteran tidak boleh butawarna, aku tidak begitu mengharapkan menjadi dokter... karena aku tahu Allah memiliki rencana indah di bidang yang lain.)

Pertengahan tahun 2011 aku mengikuti SNMPTN tertulis di kota Purwokerto (di UNSOED) dengan pilihan jurusan :

1. UNDIP >>> Teknik Sipil (kenapa mengambil jurusan ini??? Aku jelaskan dibawah)

2. UNCEN >>> Pendidikan Dokter

Kalau tidak salah sekitar akhir Juni 2011 para peserta SNMPTN tertulis sudah bisa melihat hasil tes SNMPTN. Oh iya..., aku sudah janji ingin memberi tahu kalian alasan yag mendasari “mengapa aku pilih teknik sipil di SNMPTN Tertulis.” Apakah kalian sudah pernah membaca artikelku mengenai “pembangunan” koloni di Planet Mars? Ya... kata-kata pembangunan menjadi kunci disini... memang Allah sudah memberi petunjuk untuk itu. Aku ingin membangun atau paling tidak memberi kontribusi dalam rencana pembangunan bangunan pertama di luar angkasa dan jika aku diberi kesempatan untuk memberi nama pada bangunan itu, aku akan menamainya “INDONESIA”.

Kembali ke pengumuman SNMPTN. Tidak kusangka aku ‘dimasukan’ ke UNDIP oleh Allah SWT. Betapa bersyukurnya aku ketika tahu aku masuk ke Universitas ini,, apalagi banyak temanku yang gagal memasuki Universitas ini.

Harapan baruku akhirnya muncul... sebenarnya ini tidak cocok disebut sebagai harapan,... ini adalah ‘agendaku’. Apa itu agendaku? Seperti yang banyak orang tau (yang tidak tahu juga tidak papa) UNDIP mengadakan hubungan kerjasama dengan 4 Universitas di Belanda. Dan seperti banyak orang tahu (yang tidak tahu kebangetan) Belanda adalah negara rajanya kontruksi bangunan baik air maupun darat... Agendaku adalah “MELANJUTKAN STUDI S1 KU DI BELANDA.” Aku yakin untuk mewujudkannya tidak mudah, tapi perlu diingat juga, untuk mewujudkannya tidaklah mustahil. Aku gagal menjadi dokter bukan karna aku tidak mampu menjadi dokter, tapi karna aku ditakdirkan tidak jadi dokter (ingat aku buta warna karna Allah menghendaki begitu). Dan untuk agendaku kali ini, aku yakin atas izin Allah, aku akan pergi ke Belanda 3 tahun lagi. Aku bisa memimpikannya, maka aku bisa mewujudkannya... Semisal jika aku gagal, setidaknya aku beruntung pernah bermimpi menuju Belanda, bukan seperti ‘Mereka yang tertawa’ ketik aku gagal, yaitu manusia yang tak berarti karna takut bermimpi.

Masih terus bejuang!!!

Untuk mewujudkan setiap agenda besarku, aku tahu masih banyakyang perlu dibenahi di dalam hidup ini, terutama hubunganku dengan Tuhanku...Allah SWT.

Sebenarnya banyak hal dan pelajaran yang aku petik di tahun 2011 yang katanya penuh hoki ini. Diantara pelajaran yang aku petik yaitu :

1. Tak perlu cemas akan kegagalan. Kita merasakan senangnya keberhasilan karana mengetahui sakitnya kegagalan.

2. Percaya bahwa yang kita lewati adalah yang terbaik dari Tuhan. Tuhan akan memberi yang terbaik sepanjang kita melakukan yang terbaik.

3. Tak perlu ragu memimpikan hal-hal yang dianggap mustahil bagi orang lain. Anggaplah “orang biasa tidak mampu untuk melewati batas kehidupan, tapi aku bisa melewatinya karena kamu punya sayap... sayapnya adalah imajenasi yang besar.”

4. Doa orang tua memang sangat kita butuhkan.

Seperti itulah kehidupan seorang Amar, sekarang aku hidup bisa dikatakan sederhana –bila tidak mau mengatakan miskin- tapi dengan optimisme yang melekat di diri ini, aku yakin... bahkan pesawat terbang pribadi akan aku miliki. Teruslah berimajenasi... imajenasi lebih mahal dari pada sekarung emas... semoga bisa bermanfaat... caw...

Comments :

0 komentar to “Hidup Baru Mimpi Baru”

Poskan Komentar

Setiap komentar yang anda berikan adalah sebuah mutiara berharga untuk saya sebagai blogger pemula...

Pengunjung Dunia

Info tentang Blog-ku


counter globe
 

Copyright © 2009 by _* Jembatan Mimpi Si 'RULIEN' *_