[ SETENGAH LIMA ]

------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
BERANDA *
CIVIL * GIGS * ASTRONOMIA * CERITA * PHOTO BLOG
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Kisah Unik Kemerdekaan Indonesia

Wednesday, August 17, 2011

Merdeka!! Merdeka!! Merdeka!! Sudah 66 tahun Negara Kita , Negara Indonesia Terbebas dari Jajahan dari Negara lainnya.. Kisah Alien dan Ufo di Indonesia melalui blog pemburualien.blogspot.com mengucapkan Dirgahayu Republik Indonesia Ke 66.

Kali ini dengan bertepatan dengan hari kemerdekaan Bangsa Indonesia, saya ingin berbagi beberapa "Kisah Menarik Seputar Sejarah Kemerdekaan Republik Indonesia" yang saya temukan di sebuah Milis.. "Sejarah"?? Ah Malaslah kalo bahasannya tentang sejarah... Capek Deh.." Mungkin kalimat ini yang ada pikiran sebagian orang bila mendengar kata sejarah.. Salah satunya termasuk saya.. :P. Uppss... tunggu dulu,,Pada postingan ini, kita akan belajar sejarah dengan gaya yang berbeda, bukannya dengan cerita-cerita formal yang di ajarkan di sekolah2.. Di jamin tidak akan membosankan dan kita lebih gampang buat mengingatnya..

Mungkinkah Revolusi Kemerdekaan Indonesia disebut sebagai "revolusi dari kamar tidur"? Coba simak ceritanya...

Pada 17 Agustus 1945 pukul 08.00, ternyata Bung Karno masih tidur nyenyak di kamarnya, di Jalan Pegangsaan Timur 56, Cikini. Dia terkena gejala malaria tertiana. Suhu badannya tinggi dan sangat lelah setelah begadang bersama para sahabatnya menyusun konsep naskah proklamasi di rumah Laksamana Maeda.“Pating greges”, keluh Bung Karno setelah dibangunkan dokter kesayangannya. Kemudian darahnya dialiri chinineurethan intramusculair dan menenggak pil brom chinine. Lalu ia tidur lagi. Pukul 09.00, Bung Karno terbangun. Berpakaian rapi putih-putih dan menemui sahabatnya, Bung Hatta. Tepat pukul 10.00, keduanya memproklamasikan kemerdekaan Indonesia dari serambi rumah.

Demikianlah Saudara-saudara! Kita sekalian telah merdeka!”, ujar Bung Karno di hadapan segelintir patriot-patriot sejati. Mereka lalu menyanyikan lagu kebangsaan sambil mengibarkan bendera pusaka Merah Putih.Setelah upacara yang singkat itu, Bung Karno kembali ke kamar tidurnya. masih meriang. Tapi sebuah revolusi telah dimulai…

Upacara Proklamasi Kemerdekaan Indonesia ternyata berlangsung tanpa protokol, tak ada korps musik, tak ada konduktor dan tak ada pancaragam. Tiang bendera pun dibuat dari batang bambu secara kasar, serta ditanam hanya beberapa menit menjelang upacara. Tetapi itulah, kenyataan yang yang terjadi pada sebuah upacara skaral yang dinanti-nanti selama lebih dari tiga ratus tahun!

Bendera Pusaka Sang Merah Putih adalah bendera resmi pertama bagi RI.Tetapi dari apakah bendera sakral itu dibuat? Warna putihnya dari kain sprei tempat tidur dan warna merahnya dari kain tukang soto!

Setelah merdeka 43 tahun, Indonesia baru memiliki seorang menteri pertama yang benar-benar “orang Indonesia asli”. Karena semua menteri sebelumnya lahir sebelum 17 Agustus 1945. Itu berarti, mereka pernah menjadi warga Hindia Belanda dan atau pendudukan Jepang, sebab negara hukum Republik Indonesia memang belum ada saat itu. “Orang Indonesia asli” pertama yang menjadi menteri adalah Ir Akbar Tanjung (lahir di Sibolga, Sumatera Utara, 30 Agustus 1945), sebagai Menteri Negara Pemuda dan Olah Raga pada Kabinet Pembangunan V (1988-1993).

Menurut Proklamasi 17 Agustus 1945, Kalimantan adalah bagian integral wilayah hukum Indonesia. Kenyataannya, pulau tersebut paling unik di dunia. Di pulau tersebut, ada 3 kepala negara yang memerintah! Presiden Soeharto (memerintah 4 wilayah provinsi), PM Mahathir Mohamad (Sabah dan Serawak) serta Sultan Hassanal Bolkiah (Brunei).

Share this article on :

0 celathu:

Post a Comment

Komentar di blog ini dibuat tanpa captcha untuk memudahkan Anda dalam berkomentar...

 
© Copyright 2010-2011 Setengah Lima All Rights Reserved.
Template Design by Amar Ma'rruf | Published by Google | Powered by Blogger.com.
Pengagum Ahmad Tohari, Pramoedya A.T., dan S. Djoko Damono