[ SETENGAH LIMA ]

------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
BERANDA *
CIVIL * GIGS * ASTRONOMIA * CERITA * PHOTO BLOG
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Pra OSPEK Diponegoro University 2011

Saturday, August 27, 2011

Jenjang pendidikan SMA ku sudah selesai di pertengahan 2011 ini. Syukur kepada Allah SWT karena segala sesuatu berjalan dengan lancar di masa SMA. Gerbang menuju kedewasaan kini sudah menunggu untuk dimasuki, bahkan ketika aku menuliskan artikel ini, aku bisa dikatakan sudah masuk dalam gerbang itu (tapi belum menjadi dewasa). Jika kalian bertanya kepadaku... “Gerbangnya mana Mar?” ... “Gerbangnya adalah simpangan awal kehidupan didunia kampus”, itulah jawabanku.
Tahun ini aku belajar di salah satu Universitas terbaik di Indonesia, dan betapa bersyukurnya aku ketika aku juga masuk ke dalam jurusan favorit di Universitas ini. Sekarang kemanapun aku pergi, aku akan menyandang kebesaran almamaterku, yaitu jurusan TEKNIK SIPIL, UNIVERSITAS DIPONEGORO.
Sudah menjadi tradisi di UNDIP (baca : universitas diponegoro) setiap kali ada angkatan baru masuk, pasti kakak angkatan yang tergabung dalam organisasi kemahasiswaan akan memberikan sambutan awal dalam rangka pengenalan kegiatan kampus dan kehidupan kampus. Di kampus kami sambutan awal seperti ini disebut Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB).
Tak penat artinya tak senang.
Sepertinya sudah menjadi budaya, bukan hanya di kampus kami, kegiatan awal perkenalan dan pengenalan kampus akan menjadi ajang pelatihan daya tahan tubuh. Hari pertama masa kampus kami dimualai dari PMB tingkat fakultas, namun sebelumnya ada penerimaan MABA (baca: mahasiswa baru) di stadion UNDIP yang saya indikasikan sebagai PMB tingkat Universitas (anggaplah begitu).
Kami diwajibkan datang di lokasi upacara (stadion UNDIP) pada pukul 7 tanggal 21 Agustus 2011 lalu. Busana yang kami kenakan berwarna hitam dan putih, dengan rincian warna hitam untuk celana dan rok, serta warna putih untuk baju, tidak lupa kami memakai dasi hitam. Untuk tiap fakultas, memiliki ciri khas sendiri. Contohnya saja fakultas teknik (tempat saya bernaung), kami mengenakan pita biru yang di talikan di lengan kanan.
Kita lanjutkan perbincangan kita... aku bisa lihat muka-muka baru di stadion UNDIP. Banyak pria tampan dan wanita cantik (hadeh... ga usah dibaca kalo yang ini) yang aku rasa akan menjadi patner ku dalam meraih sukses di kehidupan bermasyarakat esok. Oh iya, untuk sampai di stadion ini, aku bersama tiga rekanku berjalan dari tempat kosan kami. Lumayan dekat, kami berjalan sekitar 500 m. Sesampainya di TKP, semua hormon yang ada di tubuhku serasa menyuntikan spirit semangat. Hampir seperempat peserta sudah hadir di TKP (perkiraan jumlah).
Pukul 7 lebih sedikit kami memulai gladi resik upacara PMB. Gladi Resik??? Anda benar!!! Bayangkan saja untuk menyelesaikan GR, kami berdiri selama kurang lebih satu jam!!! Hahaha.... Lumayan lama, tapi semangat para MABA yang ada disekitarku ikut memberi kekuatan di otot-ototku (halah... alay euy...). Setelah GR selesai, aku mulai melihat wajah-wajah pucat pasi disekelilingku. Alhamdulilah belum ada yang harus keluar barisan sampai detik itu.
Upacara PMB yang sesungguhnya digelar... diawali degan masuknya para dosen dan petiggi kampus, dan diakhiri dengan doa (sebenarnya ada banyak acara sih... ribet nulisnya... hehehe). Acara selesai sekitar pukul 09.30. Bayangkan berapa lama kami berdiri. Selama durasi itu, aku bisa melihat korban kebiadapan matahari kota Semarang harus dipapah keluar lapangan. Satu dua gadis manis harus ditandu, bahkan lucunya ada MABA yang badannya agak besar (kalo aku nulis gendut banget kasihan... hehehe) harus ditandu keluar lapangan. Begitulah kejadian yang aku rekam di otak kananku saat berada di Stadion UNDIP.
Setelah selesai acara pembukaan, kami digiring senior menuju ke PMB fakultas. Kebetulan fakultas teknik mendapatkan tempat di gedung Prof. Sugiharto. Haseeek... gedungnya adem, nyaman dan tentram pokoknya... disana kami mendengarkan berbagai macam pengetahuan dunia kampus. Singkat cerita, kami pulang pukul 4 sore. Oh iya, sebelumnya kami diberi tugas jurusan oleh kakak angkatan yang satu jurusan. Teknik sipil diwajibkan membuat cocard jurusan. Sebenarnya di tingkat faultas kami juga sudah membuatnya. Yah... mau bagaimana lagi, perintah senior adalah RELIGION ORDER. Hehehe...
Meskipun lelah karena kegiatan di pagi hingga sore hari, aku harus mengerjakan tugas membuat cocard dan tugas lainnya yang sulit diungkapkan dengan tulisan. Hehehe... pukul 9 malam aku selesai mengerjakan tugas, jadi bisa lihat pertandingan persahabatan Indonesia VS Palestiana. Tidak sia-sia, Timnas Bola Indoneisa berhasil menang 4-1 atas Palestina.!!!!
Memang banyak kepenatan dan kelelahan di haripertama PMB ini, tapi kalau boleh jujur aku ketagihan... hehehe... menyenangkan saling membatu bersama teman. Memang hari pertama PMB memberi kesan, “tak penat artinya tak senang.”
Inilah TEKNIK SIPIL.
Hari kedua tiba. Kami wajib berangkat sebelum pukul 6 pagi. Oh iya, hari sebelumnya kami di perintahkan untuk mencukur rambut seukuran 1 cm. Alhmduliliah aku sudah cukur dari rumah (cilacap) 1.5 cm jadi tidak perlu repot-repot ke tungkang pangas rambut. Hari ini dimulai dengan part marah-marah dari kakak senior. Yah... lanjut aja ya, ga asik kalo aku ceritakan panjang lebar tentang part ini... hehehe... rasakan sendiri aja deh...
Seperti hari berikutnya saat PMB di tingkat fakultas, hari ini kami disibukan dengan proses mendengarkan ‘bagaimana menjadi Sipil yang baik’. Di sore hari kami di ‘marah-marah’ lagi. Tujuannya ternyata untuk mencari ketua dari angkatan kami, atau biasa disebut komting. Akhirnya terpilih juga ketua angkatan kami, yang jelas bukan aku... hehehe... tugas komting tuh berat, padahal aku ingin fokus ke kuliah, jadi ga nyalon deh... hehehe. (kalo nyalon juga belum tentu jadi komting... ‘--)
Sebenarnya masih banyak hal yang belum aku tuliskan disini, namun berhubung terbatasnya waktu dan terbatasnya biaya internet (halah... curcol) cukup sekian apa yang bisa saya sampaikan. Dari uraian diatas ada banyak hal yang bisa aku dapatkan :
· Ketika kita merasa dewasa, artinya kita belum dewasa.
· Terkadang seorang pemimpin harus siap menjadi yang dipimpin.
· Tak perlu takut kepada OSPEK atau pra-OSPEK, karena tujuannya memang baik untuk kita.
Demikian yang dapat saya sampaikan, sekiranya dalam penulisan artikel ini ada bagian yang menyinggung Anda, saya mengucapkan maaf. Tidak ada gading yang tak retak... caw...
Share this article on :

4 celathu:

Imam said...

kira2 ntr masih ada ospek buat adek2mu mar?

Amar Ma'rruf said...

buahahahaha... orang diatas Saya adalah ketua angkatan 2009 yang mengospek saya!!!!

Teuku Rengga Felamona said...

Bukan ospek...di Sipil cuma ada Pra-Pelantikan dan Pelantikan...hehehe

Salam kenal adik2ku...


Teuku Rengga
Sipil 2002
Ketua Pelantikan 2004

Masamar Sukamoco said...

Salam kenal mas...

oh maaf mas kalau salah... hehe...

Post a Comment

Komentar di blog ini dibuat tanpa captcha untuk memudahkan Anda dalam berkomentar...

 
© Copyright 2010-2011 Setengah Lima All Rights Reserved.
Template Design by Amar Ma'rruf | Published by Google | Powered by Blogger.com.
Pengagum Ahmad Tohari, Pramoedya A.T., dan S. Djoko Damono